Ubah Insecure Jadi Bersyukur
Dalam menjalani hidup tentu tidak selalu berjalan mulus seperti yang kita inginkan. Ada banyak rintangan dan halangan yang menghampiri, salah satunya terkadang kita merasakan kurangnya kepercayaan diri untuk menjadi diri sendiri, sampai-sampai sifat insecure menyelimuti diri.
Insecure atau perasaan tidak aman merupakan salah satu kondisi mental ketika kita merasakan kekhawatiran, kecemasan dan rasa takut pada diri dalam menjalani hidup. Insecure yang lebih dikenal dengan krisis kepercayaan diri ini terjadi karena sering membandingkan diri dengan orang lain dan merasa rendah diri, misalnya merasa “Dia cantik banget ya sedangkan aku jelek, dia pintar banget sedangkan aku gini-gini aja gak pintar-pintar, dia punya segalanya sedangkan aku nggak, dan lain-lain”. Atau terjadi karena korban bullying, misalnya ada orang lain yang mengejek “kamu tuh jelek banget sih, kamu tuh kurang pintar, kamu tuh misqueen banget, dan lain-lain”.
Serta terjadi karena enggan keluar dari zona nyaman dan pola asuh yang kurang tepat. Hal-hal tersebutlah yang membuat diri merasa insecure. Sebenarnya insecure memang normal atau wajar saja terjadi, jarang ada orang yang tidak pernah mengalaminya, akan tetapi jika merasa insecure secara berlebihan dan sepanjang waktu maka hal inilah yang akan merugikan diri sendiri dan bahkan merugikan orang lain serta dapat menghambat kemajuan kita untuk sukses.
Rasa insecure bisa saja muncul ketika kita melihat sesuatu yang kita anggap sempurna, sehingga terlintas dalam benak kita untuk menjadi seperti apa yang kita lihat tersebut, bahkan banyak orang yang sampai menghina diri sendiri dan seakan-akan merasa tidak berguna, pada akhirnya akan menimbulkan rasa iri serta ingin bersaing untuk menjadi lebih baik tetapi bukan mengikuti kata hati dan menghalalkan segala cara agar terlihat sama seperti orang lain. Terlalu memandang hidup orang lain sempurna sampai-sampai lupa untuk mensyukuri nikmat Allah yang ada pada diri sendiri. Padahal Allah akan menjamin dan bahkan menambahkan nikmat kepada kita jika kita mensyukuri nikmat-Nya, dan sebaliknya jika kita mengingkari nikmat yang Allah berikan maka azab Allah yang sangat pedih akan menghampiri kita. Seperti yang dijelaskan dalam QS. Ibrahim (14) ayat 7.
Saat diri kita merasakan insecure, maka mulai dari sekarang kita harus banyak introspeksi diri dengan memperkuat prinsip dan hati, agar segala macam godaan yang membuat kita insecure dapat kita lawan. Tanamkan dalam hati bahwa kita ini istimewa, masing-masing dari kita pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan, tidak ada manusia yang sempurna, oleh karena itu berhentilah membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Boleh saja kita melihat orang lain sebagai penyemangat dan untuk memotivasi diri menjadi lebih baik, akan tetapi kita harus selalu menjadi diri kita sendiri dan memegang kuat prinsip itu. Dan yang terpenting kita harus banyak bersyukur serta belajar untuk tidak mengeluh dan lebih menyayangi diri sendiri.
Dengan bersyukur maka hidup kita akan tenang dan kebahagiaan pun akan menghampiri, karena bahagia itu bukan kesenangan tetapi ketenangan. Dan dengan menyayangi diri sendiri, kita akan terhindar dari dosa seperti memaki diri sendiri, dosa karena tidak mensyukuri karunia-Nya, dan dosa karena merubah ciptaan-Nya, serta terhindar pula dari penyakit hati seperti iri, dengki, benci pada orang lain atau diri sendiri.
Untuk bisa menyayangi diri sendiri atau menjadi diri sendiri, maka yang bisa kita lakukan antara lain; pertama, Berdoa dan memperbanyak mengingat Allah, dengan berdoa maka Allah akan mempermudah langkah kita serta keinginan kita akan diwujudkan pada waktu yang tepat oleh Allah dan dengan mengingat Allah maka kita akan menjadi sosok yang selalu memperbaiki diri dan lebih mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada kita. Kedua, menuliskan kelebihan dan kekurangan diri kita, dari kelebihan yang kita punya maka kita dapat mengembangkannya dan dari kekurangan yang kita punya maka kita berusaha untuk memperbaiki kekurangan kita sehingga menjadi lebih baik lagi. Ketiga, perkuat prinsip dan tekad pada diri, karena dengan begitu hati kita tidak akan mudah tergoda dan lebih menghargai sebuah proses sehingga kita lebih menghargai diri sendiri dan hati semakin terjaga. Keempat, melakukan hal-hal yang positif dan temukan skill pada diri. Kelima, selalu meningkatkan rasa percaya diri atau optimis. Dan Keenam, pilihlah lingkungan dengan suasana yang baik, yaitu lingkungan yang dapat membangun percaya diri kita agar terhindar dari insecure.