Buletin

Santri Creative Training Jurnalistik, Santri Mampu Syiar Melalui Jurnalistik

https://www.ponpesalihsancbr.com/Bandung – Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) Organisasi Santri Pesantren Al Ihsan (OSPAI) Kabinet At Taghyir menggelar acara seminar Santri Creative Training (SCT) tentang Jurnalistik dengan tema ‘Membangun Identitas Jurnalistik dan Mencetak Jurnalis Muda di Kalangan Santri’.

Kegiatan berlangsung di Aula Pondok Pesantren Al Ihsan pada Sabtu (11/5/2024) tersebut dihadiri oleh perwakilan santri putra dan putri dari setiap asrama.

Rama selaku ketua pelaksana dalam sambutannya melaporkan kegiatan Santri Creative Training Jurnalistik dan berharap santri yang hadir dapat mengembangkan minat dan bakat bidang Jurnalistik.
“Peserta yang hadir dari setiap asrama merupakan dari berbagai jurusan yang berbeda, tetapi sama-sama memiliki minat untuk belajar mengenai jurnalistik sehingga harapannya santri dapat mengembangkan minat dan bakatnya dibidang Jurnalistik,” ujar Rama.

Presiden OSPAI, Hilman Taupik menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dalam sambutannya sekaligus membuka acara seminar.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan sapai terselenggaranya seminar dengan baik dan saya senang sehingga mengapresiasi usaha kreatif panitia dari mulai pembuatan konten dan sebagainya. Semoga acara berjalan dengan lancer dan dapat memanfaatkan ilmu yang akan disampaikan oleh narasumber,” tuturnya.

Seminar ini turut mengundang narasumber yakni Kang Rizky Fauzi selaku Pemimpin Redaksi NU Online Jabar, alumni santri Pondok Pesantri Al Ihsan dan alumni pengurus Unit Kegiatan Santri (UKS) El Qalam.

Dalam pemaparannya, Kang Rizky menjelaskan pengertian Jurnalistik dan jenis media massa kepada peserta seminar.

“Kegiatan Jurnalistik mencakup semua kegiatan yang dilakukan dalam rangka penyampaian berita dan pendapat melalui media massa periodik, baik cetak maupun elektronik. Media Massa terbagi menjadi dua, yaitu media massa cetak (surat kabar, tabloid, majalah buletin kantor berita) dan media massa elektronik (radio, televisi dan online),”

Selain itu, Kang Rizky juga menyampaikan peran dan fungsi Jurnalistik yaitu Jurnalis berperan untuk mencari informasi, memverifikasi, mengolah dan menyusunnya menjadi sebuah karya jurnalistik serta menyebarluaskannya kepada masyarakat atau khalayak luas.

Lebih luas, Kang Rizky menjelaskan kode etik Jurnalistik bahwa semua kegiatan jurnalistik, baik untuk media cetak maupun elektronik, tunduk pada ketentuan Kode Etik Jurnalistik.

Kang Rizky mengajak agar para santri mampu menulis dan konsisten alias istiqomah dalam syiar melalui media sosial. 
“Manfaatkan setiap momen untuk menulis apa yang terjadi, terlebih kegiatan yang diselenggarakan organisasi pesantren dan hal-hal yang berkaitan dengan Pesantren Al Ihsan, karena itu sebagai syiar dan akan bermanfaat agar bakat dalam jurnalistik dapat berkembang dengan baik,” tandasnya.