Membangun Generasi Literat dan Kritis, Ponpes Al-Ihsan Tanamkan Kebiasaan Baik Lewat Seminar Karya Tulis Ilmiah
Bandung - Dalam rangka menumbuhkan kemampuan berpikir kritis serta meningkatkan keterampilan menulis para santri, Pondok Pesantren Al-Ihsan menggelar Seminar Karya Tulis Ilmiah. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (11/09/2025) mulai pukul 19.30 WIB bertempat di Aula Pondok Pesantren Al-Ihsan. Seminar diikuti dengan antusias oleh para santri, mulai dari mereka yang baru belajar menyusun karya tulis hingga yang sudah menggarap karya tulisnya secara mendalam.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Sekretaris Jenderal dari Organisasi Santri Pondok Pesantren Al-Ihsan (OSPAI) sebagai bentuk pengembangan potensi akademik para santri. Dengan mengusung tema "Membangun Generasi Literat dan Kritis Melalui Karya Tulis Ilmiah" kegiatan ini menjadi wadah bagi santri untuk menyalurkan inspirasi dan menjadi wujud komitmen pesantren dalam mencetak generasi santri yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga aktif menebar manfaat melalui karya dan pemikiran. Tema ini menjadi dorongan bagi para santri untuk terus menumbuhkan semangat literasi dan menjadikan tulisan sebagai sarana dakwah dan kontribusi bagi masyarakat.
Acara dipandu oleh Melanie Sri Anggraeni, S.Hum., santri aktif Ponpes Al-Ihsan yang tergabung dalam OSPAI Kabinet Al-Mahabbah sekaligus menjabat sebagai Sekretaris Jenderal. Adapun materi seminar disampaikan oleh Ahmad Dimyati Ridwan, S.Hum., alumni Ponpes Al-Ihsan yang dikenal produktif dalam menulis dan telah menerbitkan sejumlah buku serta memperoleh berbagai prestasi. Dalam pemaparannya, Ahmad Dimyati menyampaikan materi secara menarik dengan menjelaskan konsep dasar penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI), mulai dari menentukan judul, merumuskan masalah, hingga menyusun hasil dan pembahasan.
Proses penyusunan karya tulis ini menurutnya dapat dianalogikan sebagai kegiatan memasak, mulai dari menyiapkan bahan, mengikuti resep, hingga menyajikan hasil terbaik. Pemateri juga memperkenalkan berbagai istilah penting dalam penulisan ilmiah, seperti research gap, state of the art, validitas, reliabilitas, hingga peer review dan indeksasi. Selain itu, terdapat strategi praktis agar karya tulis santri lebih berkualitas dan berpeluang untuk dapat dipublikasikan. Secara garis besar, materi yang disampaikan mencakup tiga hal utama, yaitu konsep dasar KTI, teknik serta struktur penulisan, dan strategi praktis untuk menghasilkan karya tulis yang baik dan berkualitas.
Melalui kegiatan ini, para santri mendapatkan berbagai manfaat, seperti ilmu dan pengetahuan baru, peningkatan keterampilan menulis, serta peluang publikasi karya. Selain itu, peserta juga memperoleh e-sertifikat eksklusif dan kesempatan memenangkan doorprize menarik, sehingga acara berlangsung dengan penuh antusias. Dengan terselenggaranya seminar ini, diharapkan para santri dapat terus menumbuhkan semangat menulis dan berkontribusi dalam dunia literasi, sekaligus menjadi generasi yang literat, kritis, dan berdaya saing di era modern.
Menutup sesi seminar, Ahmad Dimyati menyampaikan kata-kata motivasi yang menggugah semangat para santri. Ia mengutip sebuah pesan, "Kebiasaan yang sama akan menghasilkan hal yang serupa, tetapi kebiasaan yang baik akan mengubah ketidakmungkinan menjadi kemungkinan". Kalimat tersebut seakan menjadi pengingat bahwa kebiasaan positif, sekecil apa pun, mampu membuka jalan menuju keberhasilan. Kalimat tersebut juga menegaskan bahwa perubahan besar berawal dari kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten.
--
Penulis: Sania Salsadila