Buletin

Aktivitas Kerja "Santri Mengajar" Jadi Unggulan Baru Kabinet Al-Mahabbah OSPAI

Bandung - Terobosan baru aktivitas kerja Kementerian Luar Negeri Organisasi Santri Pondok Pesantren Al-Ihsan (Kemenlu OSPAI). Berangkat dari isu-isu permasalahan yang ada di Desa Cibiru Hilir, Kemenlu Kabinet Al-Mahabah menawarkan salah satu solusinya dalam bentuk pengabdian masyarakat. Kemenlu kabinet ini melandingkan salah satu aktivitas kerjanya dengan mengadakan pemberian paket bantuan sosial dan pengabdian ke masyarakat, di mana pada periode kabinet sebelumnya aktivitas kerja ini hanya dilandingkan dalam bentuk penyerahan paket bantuan sosial kepada pihak-pihak yang membutuhkan saja. Pengabdian masyarakat ini dinamakan Santri Mengajar.

Kegiatan Santri Mengajar ini telah diadakan sebanyak dua batch. Pada batch pertama, Santri Mengajar diselenggarakan selama bulan Mei 2025 dengan skema dua kali pertemuan dalam seminggu (hari Sabtu dan hari antara Senin - Jum’at) di Masjid Assoebandi Desa Sekedangder Ujung Berung Bandung. Sedangkan pada batch kedua diselenggarakan di Diniyyah Takmiliyyah  Awaliyah (DTA) Nurul Ulum (1-27/10/25) .

Menteri luar negeri kabinet Al-Mahabbah, Zahra Nur Azizah, S.Hum., menyampaikan bahwa diadakannya santri mengajar ini sebagai bentuk kebaharuan yang pada kabinet sebelumnya tidak ada yang mengadakan dalam bentuk pengabdian masyarakat. Santri Mengajar merupakan program turunan dari aktivitas kerja Ospai Goes to Society, di mana tujuan aktivitas ini sebagai bentuk pengenalan anggota baru OSPAI yang rutin diadakan setiap tahunnya atau setiap kali pergantian pengurus baru kepada pemerintahan desa sekitar.

“Kita mau mengadakan inovasi dari kegiatan society…..ini adalah program turunan yang setiap tahun harus ada, Ospai Goes to Society namanya” ujarnya.

Senada dengan itu, Organizing Committee (OC) kegiatan Santri Mengajar, Nopa Nurhalijah menyampaikan kegiatan Santri Mengajar ini merupakan kegiatan yang sangatlah bermanfaat. Karena umumnya santri yang belajar di pondok pesantren jarang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat. Sehingga, dengan diadakannya kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi persiapan terjun ke masyarakat dikemudian hari nanti dan pengamalan atas ilmu yang telah dipelajari selama di pondok.

“Santri tuh kan jarang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat… ini tuh menarik banget untuk kita sebagai santri mengajarkan apa yang udah kita pelajari selama ini” ucapnya.

Zahra menyampaikan bahwa dirinya akan merekomendasikan kegiatan ini pada kabinet periode selanjutnya. Dirinya berharap, kegiatan santri ini akan tetap diadakan dan dapat terus dikembangkan. Khususnya pengembangan dalam sistem penyelenggaraan pembelajaran, perekrutan volunter, dan akomodasi yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Santri Mengajar ini.

-

Penulis: Rogaye